Erisi juga mengaku, tidak tahu menahu bila sebelumnya mereka diganti. Padahal selama ini, mereka aktif menjalankan tugas. Waktu itu, mereka diberi tahu honor yang akan diberikan hanya sampai Mei. Selanjutnya disetop.
"Kami menjalankan tugas, karena belum ada SK PPPK. Sampai saat ini juga, kami masih pegang SK bupati," ujarnya.
Pasca kembali dimasukan dalam regu, mereka langsung menerima honor selama dua bulan (Mei-Juni).
Sementara itu, Kabid Damkar, La Ode Riktamin mengaku, tidak tahu siapa yang mengeluarkan La Erisi dan Ikra. Begitu juga siapa yang memasukan nama Abdul Mujahid dan Laode Murudia.
"Saya juga kaget lihat ada dua nama baru di absen, sementara orangnya selama ini tidak pernah kelihatan," katanya.
