"Kondisi dua kabupaten itu memang banyak kendala. Saya ke sana ternyata penyebab malaria bukan dari masyarakat setempat, melainkan diimpor dari luar. Dalam hal ini perantau yang tiba dari luar daerah membawa penyakit malaria," ungkapnya.
Baca Juga: Masyarakat Buton Utara Antusias Ikuti Aksi Bergizi yang Diadakan Dinkes Sulawesi Tenggara
Untuk mengatasi hal itu, kata Ridwan, harus diberikan solusi agar setiap masyarakat yang berasal dari luar daerah, melakukan sreening guna menyaring secara ketat, agar penyakit dapat terdeteksi.
Namun kata Ridwan, hal itu sangat sulit dilakukan mengingat banyak lokasi untuk masuk ke daerah tersebut, sehingga tidak bisa diterapkan satu pintu sreening.
"Semua orang yang merantau jika masuk ke dalam suatu daerah harus di screening. Hanya saja, kita tidak bisa satu pintu karena banyak pintu masuk, ada di bandara dan pelabuhan," katanya.
