Farlevi mengungkapkan, akibat tabrakan tersebut, Ade terlempar dan kepalanya terbentur pada salah satu mobil yang sedang parkir di pinggir jalan.
“Kepala korban mengalami pendarahan cukup parah,” kata Farlevi. Sementara itu, Farlevi yang juga terjatuh, tidak mengalami cedera serius.
Daeng Arfa, salah satu saksi mata, juga mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, Farlevi dan Ade sedang berusaha menyeberang jalan menuju Jalan Teratai ketika minibus datang dengan kecepatan tinggi.
“Kedua siswa tersebut tidak memakai helm saat berkendara,” ujar Daeng Arfa.
Setelah menabrak, sopir minibus berusaha melarikan diri. Namun, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung mengejar dan berhasil menangkap sopir. Puluhan warga yang emosi kemudian menganiaya sopir minibus hingga babak belur di bagian wajah.
