Meskipun Syekh Ismail Simaburi tidak pernah kembali ke Minangkabau, perannya sangat penting dalam menghubungkan para ulama Minangkabau dengan pusat peradaban Naqsabandiyah di Jabal Abi Qubais, Timur Tengah.
Baca Juga: Cegah Pencurian Selama Ibadah Haji, Rumah Calon Jemaah Haji di Baubau Diawasi Ketat
Menurut sejarawan Chairullah, M.A.Hum, Syekh Kumpulan dan Syekh Simaburi belajar ilmu tarekat pada waktu yang sama, namun keduanya memilih jalan yang berbeda. Syekh Kumpulan kembali ke Minangkabau untuk menyebarkan tarekat, sedangkan Syekh Simaburi menetap di Timur Tengah.
Tarekat Naqsabandiyah menganut paham Asy'ariyah dan tergolong ke dalam ikhtiqlab Ahlu Sunnah bermazhab Syafi'i. Paham Asy'ariyah dan Maturidiyah diyakini sebagai golongan yang berada di sisi Allah.
Dari 72 golongan Islam yang terbagi berdasarkan ikhtiqlabnya masing-masing, Ahlul Sunnah Waljamaah yang identik dengan Asy'ariyah dan Maturidiyah adalah golongan yang di sisi Tuhan.
