Menurutnya, keterlibatan dalam aksi ini menunjukkan kesadaran perusahaan terhadap penghematan energi dan dampak perubahan iklim.

"Penting bagi JICT sebagai terminal peti kemas strategis nasional untuk turut serta dalam aksi bersama seluruh masyarakat dunia ini," kata Budi Cahyono di Jakarta, seperti dikutip dari Viva, Minggu (23/3/2025).

Selama satu jam pemadaman listrik berlangsung, JICT berhasil memadamkan sebagian besar penerangan non-esensial di terminal. Langkah ini diterapkan dengan tetap mempertahankan aktivitas operasional utama yang berjalan 24 jam dalam tujuh hari. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen JICT dalam mendukung gerakan global Earth Hour.

Budi berharap aksi serentak ini dapat menjadi simbol kebersamaan dalam menghemat energi listrik dan melindungi lingkungan. Menurutnya, meskipun hanya dilakukan selama 60 menit, dampak positif dari kegiatan ini dapat dirasakan secara luas.

"Walaupun hanya 60 menit, semoga berdampak positif saat JICT sebagai salah satu pusat aktivitas ekspor-impor di Indonesia terlibat untuk mengistirahatkan bumi," ujar Budi.