“Dari hasil diskusi dengan BPD dan masyarakat, kami menyepakati memilih usaha coffee shop dan saya sangat mendukung kegiatan BUMDes Desa Oihu. Oleh karena itu sebelumnya saya sebagai kepala desa memberikan pelatihan kepada karyawan coffee shop bagaimana melayani pengunjung, membuat kopi dan sebagainya. Kemudian di sini kami bukan hanya fokus di kopi tapi ada snack kripik, BRI link, galon isi ulang dan lainnya,” ujar Sawiun, Kamis (3/10/2024).
Lokasi coffee shop sangat strategis karena Desa Oihu merupakan desa yang berada di tengah di antara desa-desa yang ada di Binongko. Keuntungan yang didapat cukup besar, mencapai Rp 75 juta per bulan. Keuntungan itu dibagi, sebagian masuk ke kas desa, sebagian digunakan untuk menambah modal coffee shop dan membayar gaji karyawan.
Dedi, pendamping desa, mengatakan Desa Oihu adalah salah satu desa yang memanfaatkan dana desa dengan membuka usaha, dan banyak sekali dampak positifnya. Selain meningkatkan perekonomi desa, juga membuka lapangan pekerjaan.
Baca Juga: SD Negeri 2 Pulau Makassar Butuh Perpustakaan Layak untuk Akses Literasi yang Optimal
"Juga memberikan contoh kepada desa-desa yang ada di Binongko bagaimana memanfaatkan dana desa dengan BUMDes dan masih banyak lagi,” ujar Dedi.
