“Kami berharap ekspos ini dapat menjadi cermin untuk melihat respon dan tanggapan masyarakat, kelebihan dan kekurangan terhadap kebijakan dan tindakan nyata penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan publik,” jelas Ali Mazi dalam pidatonya.

Menurutnya, cermin tersebut menjadi umpan balik bagaimana langkah perbaikan di tahun mendatang. Ia juga menegaskan, tidak mudah membangun wilayah yang penuh dengan keragaman yang terdiri dari daratan dan kepulauan.

“Kami tentu menyadari bahwa di sana sini masih banyak kekurangan, sehingga perlu perbaikan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Anoa menjelaskan, kondisi geografis Sultra ini terdiri dari pegunungan, bukit, lembah dan kepulauan, keragaman etnis, budaya, bahasa, latar sejarah serta struktur ekonomi, yang menciptakan keragaman.

Semua itu, menurut Ali Mazi, merupakan fakta yang harus dipikirkan bagaimana strategi dan pendekatan daerah ini dibangun. Dengan beragam kekayaan alam yang sangat melimpah  mulai dari darat hingga lautan, mulai dari permukaan bumi dan hingga ke perut bumi.