Bayangkan, puluhan wisatawan asing menghadiri kegiatan tersebut. Warga sekitar pun keciprat pundi-pundi dari hasil jualan kuliner, layangan dan tenunan. Setiap hari, pendapatan warga berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 7 juta.

Meski dengan keterbatasan anggaran, tahun 2024 ini, ayah enam anak itu kembali akan menyelenggarakan Festival Liangkabori yang berkerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Muna dan Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Pemda Muna Bangun Gedung Unit Reaksi Cepat Pelayanan Kesehatan

Tujuannya menyelenggarakan Festival Liangkabori, tak lain adalah untuk mempromosikan destinasi wisata gua dan ceruk yang ada di gua prasejarah itu.

Sementara itu, Wa Ode Nur Aeni, salah seorang warga mengaku bangga dengan kerja-kerja kades. Katanya, kades telah membuktikan visi-misinya untuk memajukan desa dan meningkatkan pendapatan warga.