KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tenggara memprediksi fenomena el nino masih akan berlangsung hingga bulan Februari tahun depan.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun BMKG Sulawesi Tenggara, Aris Yunatas kepada Telisik.id melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2023).

Menurutnya, Sulawesi Tenggara saat ini tengah menghadapi musim kemarau dan kemarau kali ini diperparah dengan kemunculan fenomena el nino yang menyebabkan musim kemarau semakin kering.

"El nino itu sifatnya kering ya, sehingga musim kemarau kita tahun ini lebih kering dibanding tahun lalu yang anomali iklim atau kemarau basah," ujarnya.

Fenomena el nino ini, lanjutnya, berpotensi menyebabkan kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran hutan, gagal panen, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kekeringan.