Baca Juga: Persiapan Deklarasi Anies-Imin, Pengurus PKB se-Indonesia Gelar Pertemuan di Surabaya
Dia menilai, tidak bisa hanya menerapkan kapitalisme murni, di mana yang kaya tambah kaya, sedangkan yang miskin ketinggalan. Begitu pun dengan sosialisme murni, Prabowo mengatakan sulit untuk diterapkan. Jika menerapkan sosialisme murni, orang yang tidak kerja dan yang kerja disamaratakan, tidak ada inisiatif, tidak ada inovasi, tidak ada kebebasan.
“Jadi yang dijalankan harus ekonomi gabungan, mix ekonomi, (sebagai) jalan tengah. Yang terbaik dari kapitalisme, terbaik dari sosialis, itulah ekonomi Pancasila. Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang tidak ragu-ragu untuk intervensi membantu rakyat yang paling lemah,” papar Ketua Umum Partai Gerindra yang juga sebagai Menteri Pertahanan RI ini.
Menanggapi gagasan Prabowo untuk menggabungkan sistem ekonomi kapitalisme dengan sistem ekonomi sosialisme sebagai jalan tengah dalam menerapkan sistem ekonomi Pancasila, ekonom Piter Redjalam Abdullah menilai, harus dijabarkan apa saja yang terbaik dari kedua sistem ekonomi tersebut. Begitu pun dengan kelemahan-kelemahannya.
“Sebenarnya saya tidak menyebutkan semua sistem (ekonomi) itu baik, kenyatannya akan seperti itu. Di setiap sistem ada baik buruknya, cuma tidak bisa juga kita sebutkan udah kita ambil yang ini baiknya. Plus minum dalam sebuah sistem itu tidak bisa kita ambil begitu saja karena itu melekat pada sistemnya,” ujar Piter kepada Telisik.id, Jumat (1/9/2023).
