Keputusan PDIP untuk tidak mengusung Anies juga dapat dilihat sebagai upaya partai tersebut untuk menjaga soliditas dan konsistensi dalam proses kaderisasi internal.

Menurut Asrinaldi, partai politik harus memprioritaskan kadernya sendiri dalam ajang politik yang strategis, seperti Pilgub DKI Jakarta.

“Fungsi partai politik mencakup prioritas pada proses kaderisasi dan rekrutmen politik,” tegasnya.

Oleh karena itu, langkah PDIP ini harus dipahami sebagai bagian dari upaya partai untuk menjaga integritas dan keberlanjutan organisasi.

Saran Ujang agar Anies membentuk partai politik sendiri bukan tanpa alasan. Anies, yang selama ini dikenal sebagai tokoh nonpartai, diakui memiliki popularitas yang cukup tinggi di kalangan masyarakat.