Kata Efriza, PKS menginginkan Ahmad Heryawan (Aher) yang dampingi Anies. Namun Partai Demokrat menolak, karena elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih tinggi ketimbang Aher dan pengalaman Demokrat sebagai presiden selama satu dekade lalu.

Sedangkan, lanjut Efriza, NasDem cenderung berharap cawapres non-partai, sebab ia mengusung Anies Baswedan, tetapi janggal jika yang berpotensi meraup keuntungan elektoral dan cawapres adalah PKS dan Demokrat

Hanya saja, NasDem masih bisa menerima jika AHY yang diusung. Sebab secara ideologi Demokrat dan NasDem sama dari nasionalis, sehingga kemungkinan penurunan perolehan suara NasDem masih dapat diantisipasi.

Kata dia, jika yang diajukan kader PKS, maka Anies makin terlabeli sebagai capres Islam kanan dan sebagainya. Yang terjadi suara PKS cenderung naik karena representasi dukungan Islam kanan menguat, sedangkan NasDem berpotensi cenderung potensial suaranya menurun drastis.

"Apalagi sekarang berbagai hasil survei NasDem mengalami penurunan perolehan suara dan dikhawatirkan tak lolos ke Senayan," terang Efriza.