Mengutip dari berbagai sumber, Yunani tak bisa membayar utang senilai US$138 miliar atau Rp 1.987 triliun (kurs Rp 14.400 per dolar AS) pada 2012 lalu.

Kemudian, Yunani disebut-sebut menyandang status bangkrut pada 2015 karena utang terus meningkat hingga US$360 miliar atau Rp 5.184 triliun. Kenaikan utang membuat jumlah orang miskin di Yunani melonjak.

Jumlah tunawisma naik hingga 40 persen pada 2015. Sementara, pengangguran naik dari 10,6 persen pada 2004 menjadi 26,5 persen pada 2014.

Yunani kini mulai kembali ke pasar obligasi internasional sejak 2017. Negara itu sempat menghilang akibat krisis utang.

Tahun lalu, Yunani menerbitkan obligasi bertenor tujuh tahun, 10 tahun, dan 15 tahun. Negara tersebut memperoleh dana segar sebesar 12 miliar euro.