Dengan penerbitan obligasi pada 2020, rasio utang Yunani diprediksi mencapai 188,8 persen dengan nilai utang 337 miliar euro, naik dari posisi 2019 yang sebesar 331 miliar euro.

2. Argentina

Argentina dinyatakan gagal bayar (default) karena tak bisa melunasi utang ke kreditur. Hal ini berawal dari kebijakan pemerintah Argentina yang mematok US$1 sama dengan 1 peso Argentina.

Namun, mata uang Argentina dengan dolar AS menjadi tidak akurat. Situasi itu menimbulkan kepanikan, sehingga banyak masyarakat yang menarik uang di bank.

Pada 2005 dan 2010, Argentina mengumpulkan seluruh kreditur untuk berdiskusi terkait restrukturisasi utang senilai US$100 miliar atau Rp 1.440 triliun.