Beruntung, mayoritas kreditur setuju dengan skema restrukturisasi yang ditawarkan Argentina. Namun, pemerintah Argentina kembali mengajukan pinjaman US$50 miliar atau Rp 720 triliun ke Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) pada 2018.
Argentina mengajukan utang ke IMF untuk menangani krisis ekonomi yang sedang terjadi saat itu. Krisis terjadi lantaran kenaikan inflasi yang signifikan, sehingga mata uang peso Argentina anjlok hingga 40 persen sepanjang 2018.
Sementara, Argentina mengungkapkan tak bisa membayar utang ke IMF sebesar US$45 miliar atau Rp 648 triliun pada tahun ini. Pemerintah mengaku tak memiliki dana untuk membayarnya.
Baca juga: Juara Turnamen World Tennis Tour W60, Aldila Sutjiadi Harumkan Indonesia
Baca juga: Langgar Prokes karena Cium Ajudan, Menkes Inggris Mengundurkan Diri
