"Tapi sejujurnya, saya takut kehilangan karier saya," kata salah seorang pekerja wanita, Maki Kitahara.
Menurutnya, struktur sosial dan pola pembagian kerja masyarakat Jepang tidak mendukung wanita pekerja usia subur. Sebab dalam rumah tangga Jepang, biasanya hanya pria yang akan bekerja sebagai pencari nafkah dan wanita sebagai ibu rumah tangga.
"Saya sering mendengar manajer pria berbicara tentang pernikahan dan kehamilan wanita yang merusak rencana SDM, termasuk pengembangan keterampilan, rotasi pekerjaan, dan promosi. Dari sinilah ketakutan saya berasal," jelasnya. (C)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Haerani Hambali
