MUNA, TELISIK.ID - Perubahan rute kapal Kendari-Raha (PP) yang ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara keluar dari perairan Pulau Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, diduga agar tidak mengganggu aktivitas kapal tongkang di sekitar area pertambangan.
Adanya perubahan rute itu menjadi ancaman bagi keselamatan para penumpang kapal cepat maupun kapal malam. Ombak dan gelombang tinggi sudah dirasakan para pengguna transportasi laut itu akibat perubahan rute itu.
Anggota DPRD Muna, Zahrir Baitul menduga, ada kepentingan para penambang di balik aksi demo yang dilakukan warga Pulau Cempedak. Karena kondisinya, jalur yang selama ini dilewati kapal, malah digunakan tempat berlabuhnya kapal-kapal tongkang.
Politisi Hanura itu mendesak Dishub Sulawesi Tenggara agar mengembalikan rute lama. Karena di bulan Juni hingga Juli mendatang, ombak di pesisir luar Pulau Cempedak semakin besar.
"Dishub Sulawesi Tenggara kami harap tidak memihak pada kepentingan penambang. Ingat kepentingan keselamatan pengguna jasa transportasi laut, harus diutamakan," tegas Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Muna itu, Sabtu (25/5/2024).
