Baca Juga: Kapal Cepat Bahari Kendari-Raha Terima Tuntutan Warga Cempedak untuk Ubah Jalur
Terkait dengan keluhan masyarakat Pulau Cempedak, menurutnya, solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun penahan ombak. Kemudian, untuk menghindari dampak gelombang air laut saat kapal melintas, pihak kapal harus mengurangi kecepatan.
Sementara itu, Syamsul Arizal, penumpang kapal cepat mengaku sangat was-was saat berada di perairan luar Pulau Cempedak. Kapal cepat di hantam ombak hingga satu jam yang membuat para penumpang banyak yang ketakutan dan mengalami muntah-muntah hingga pingsan.
Ia pun heran, kenapa nanti saat ini, kapal dilarang melintas di depan Pulau Cempedak. Padahal, sudah berpuluh-puluh tahun kapal melintas di rute itu, tidak ada yang komplain.
Baca Juga: Kapal Cepat Makin Lambat, DPRD Muna Murka
