Lalu dia diangkat sebagai Utusan Khusus Kuartet untuk Timur Tengah, sebuah pos diplomatik yang dipegangnya hingga 2015.
Semua itu karena dia memberi dukungannya terhadap invasi mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush tahun 2003 ke Irak.
Sejak itu, kariernya menjadi buruk di mata publik sebab ribuan nyawa hilang akibat perang. Ali Jaddoa termasuk orang yang tidak setuju dengan gelar ksatria itu.
Baca Juga: Wanita di Negara Ini Ramai-Ramai Operasi Keperawanan, Takut Gagal Nikah
"Menghormati seorang penjahat perang yang menjalankan perang sebagai pahlawan sangat konyol," ucapnya.
