"Yang diwaspadai adalah gempa susulan yang lebih besar lagi. Kami takut tanah longsor, tanah terkikis dan pohon tumbang, apalagi Desa Ruis terletak di lereng gunung," ungkap Sensi via gawainya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengimbau kepada masyarakat Desa Ruis agar waspada dengan gempa susulan yang berikutnya.

"Sebagai pemerintah kami akan mengimbau supaya warga selalu siaga dan waspada terhadap kemungkinan yang terjadi, baik itu waspada terhadap bencana gempa maupun bencana yang lainnya," ungkap Sensi.

Warga Desa Ruis juga diminta untuk melalukan pencegahan terhadap bencana dengan memotong kayu atau jenis lainnya yang berada dekat pemukiman penduduk.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5.8 Magnitudo (M) juga terjadi di Timur Laut Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/2/2022), pukul 20.45 Wita. Gempa susulan pun sempat terjadi pada pukul 21.06 Wita.