Pada 2010, yang juga merupakan tahun Macan, tingkat fertilitas total adalah 1,15. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya dan tahun setelahnya. Indranee menjelaskan bahwa tingkat fertilitas Singapura sudah bertahun-tahun merosot, seperti negara maju lainnya. Tingkat fertilitas Singapura selalu berada di bawah 1,2 sejak 2017.

Negara dengan tingkat fertilitas terendah saat ini adalah Korea Selatan, yaitu 0,78. Indranee mengatakan bahwa makin banyak penduduk Singapura menikah di usia lebih tua. Selain itu, pasangan yang sudah menikah juga makin banyak yang memutuskan untuk menunda memiliki anak atau memiliki anak lebih sedikit.

Ekspektasi hidup penduduk Singapura kini mencapai 83 tahun, dibanding 72 tahun pada 1980. Sekitar 1 dari 4 penduduk Singapura akan berusia 65 tahun atau lebih tua  pada 2030. Perubahan situasi masyarakat ini, menurut Indranee, bakal mempersulit upaya Singapura untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.

Dikutip dari Travel.detik.com, Indranee mencatat tingkat kesuburan secara total di negaranya telah mengalami penurunan selama bertahun-tahun. Ini mengacu pada jumlah rata-rata kelahiran hidup yang dialami setiap wanita selama bertahun-tahun reproduksinya.

Kemungkinan penyebab 'anjloknya' angka kesuburan di Singapura adalah lebih banyak warga di Singapura yang menunda untuk menikah.