"Saya mengambil contoh salah satu serangan darat itu antara lain dengan mengumpulkan ribuan saksi yang dilakukan oleh Golkar di Kota Surabaya. Kan untuk di Surabaya dibutuhkan 8000 saksi lebih dan tentunya butuh proses. Untuk melakukan rekrutmen saksi kan butuh lama sehingga harus dimulai sekarang ini. Setiap bulan dilakukan rekrutmen massal saksi untuk mengawal suara Golkar," jelasnya.

Baca Juga: Figur Caleg PKS dan Golkar Siap Tarung di Pileg 2024

Ketua Partai Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan, partainya mesti kembali merebut kemenangan dalam Pemilu 2024. Jika tidak, kata pria yang juga Menko Perekonomian ini, 2029 bakal punya cerita berbeda.

“Ini kesempatan kita untuk merebut kembali. Kalau kita tidak rebut di 2024, maka 2029 ceritanya berbeda. Maka ini kenapa kita paling duluan di banding yang lain, kita menunjukkan Partai Golkar adalah partai yang paling siap,” kata Airlangga beberapa waktu lalu.

Demi meraih kemenangan, Airlangga menyebut partainya sudah berkoalisi. Adapun saat ini Partai Golkar bermitra dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Airlangga menyebut KIB sedang didorong untuk diperluas. (B)