Berdasarkan data Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan, terdapat sedikitnya 222 buah gambar baik yang utuh, tidak utuh dan tidak dapat dikenali di gua tersebut.

Lukisan yang menggambarkan aktifitas manusia purba yang terlihat jelas terdiri dari layangan, orang berburu, perahu, matahari, cap tangan, tombak, kalajengking, rusa, kuda, berperang, bercocok tanam dan babi hutan serta orang menerbangkan layangan.

Di Gua Liangkabori, Metanduno dan Sugi Patani banyak terdapat gambar layangan purba dikenal dengan sebutan dalam bahasa lokal (Muna) Kaghati Kolope yang bahannya dari daun umbi hutan (kolope) dan benangnya dari serat nenas yang dipintal.

Dengan adanya lukisan layangan di dalam gua Liangkabori, bukti bahwa layang-layang tertua di dunia berasal dari Pulau Muna.

Selain lukisan-lukisan manusia purba, di sekitar puluhan gua, juga terdapat lima makam raja Muna yakni, Sugi Patani, Sugi Manuru, Sugi Patola, Sugi Ambona dan Sugi Laende. Makam raja-raja itu berbentuk tumpukan batu cadas yang sampai saat ini masih terawat.