Untuk terus menarik kunjungan wisatawan, Pemdes setiap tahunnya melaksanakan festival Liangkabori yang jatuh setiap 11 Juli.
Baca Juga: Pesona Gua Lanto, Destinasi Wisata Sakral di Baubau
Di festival itu, menjadi berkah bagi warga sekitar. Banyaknya jumlah pengunjung, membuat warga meraup pundi-pundi dari hasil jualan kuliner, layangan dan tenunan. Tahun 2023 lalu saja, setiap hari, pendapatan warga berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 7 juta.
Agar pengunjung tidak merasa takut saat berkunjung ke dalam gua, telah disiapkan tokoh adat yang akan menemani. Namanya, La Ode Mositunggu.
Kata Mositunggu, sebelum pengunjung masuk ke dalam gua, terlebih dahulu akan dilakuakan acara ritual adat kaago-ago berupa haroa (baca-baca) yang tujuannya mengusir roh-roh halus.
