BERN, TELISIK.ID - Perubahan iklim mengakibatkan kenaikan temperatur yang menyergap benua Eropa, salah satunya terjadi di Pegunungan Alpen. Pegunungan Alpen adalah pegunungan besar di Eropa yang membentang dari Austria dan Slovenia di timur, melalui Italia, Swiss, Liechtenstein, dan Jerman, sampai ke Prancis di barat.

Dikutip dari Sindonews.com, Pegunungan Alpen pada 2022 telah kehilangan rata-rata 6,2 persen lapisan gletser, padahal 19 tahun lalu ketika kehilangan 2 persen saja sudah masuk kategori ekstrem.

Profesor Ilmu Sungai dan Ketahanan Iklim, Universitas Salford, Neil Entwistle mengatakan bahwa musim semi sangat keras karena pola cuaca atmosfer alami membawa debu sahara ke Eropa dan menyelimuti lanskap Alpen.

Diketahui debu menyerap lebih banyak energi matahari daripada salju (yang berwarna putih dan lebih memantulkan cahaya), dan membuat salju sekarang berwarna jingga mencair lebih cepat dari sebelumnya.

Entwistle menambahkan, kondisi ini diperburuk dengan gelombang panas besar, bahkan beberapa bagian Inggris mencapai 40 derajat celcius untuk pertama kalinya. Desa Zermatt, yang bebas mobil di Swiss, mencatat suhu hingga 33 derajat celcius meskipun berada 1.620 meter di atas permukaan laut.