REMBANG, TELISIK.ID - Jagad media sosial, YouTube dan Facebook dibanjiri dengan video ceramah seorang pria dengan penampilan sederhana khas santri.
Berkopiah hitam yang dibuat agak mundur ke belakang, menjadikan sebagian rambut hitam yang tumbuh di ubun-ubunnya terlihat. Berpadu serasi, kemeja putih dengan bawahan sarung.
Ceramah-ceramahnya sering disampaikan dalam bahasa jawa. Dalam penjelasannya, fikih, quran, dan hadis menjadi mudah dipahami, serta diselingi humor. Kerap menyebut dua nama, Rukhin dan Mustofa. Santri Gayeng adalah akun yang kerap memposting ceramah-ceramah Gus Baha disertai dengan terjemahannya.
Keturunan Ulama
Ulama santer itu bernama Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim. Lahir di Bantul, 29 September 1970. Gus Baha adalah putra dari KH Nursalim Al-Hafizh seorang ulama ahli Quran dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara Pulau Jawa.
