Kedua, ucap Adelta yakni aliran listrik, dalam PBM dan pelaksanaan kegiatan di sekolah selama ini hanya mengandalkan mesin genset, yang mana mesin tersebut tidak bisa dipakai setiap saat, sebab dalam pemanfaatannya membutuhkan bensin yang banyak.

Selanjutnya, kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang lancarnya proses belajar mengajar dan dalam rangka memberikan kenyamanan lingkungan belajar kepada siswa, maka saat ini SMPN Routa sangat membutuhkan mobiler, pagar sekolah, WC siswa yang sudah rusak berat dan jaringan wifi, agar pelaksanaan assesmen di sekolah bisa maksimal dengan keterbatasan anggaran yang miliki.

Terakhir, pengadaan air bersih, selama ini sumber air bersih hanya mengandalkan dari pegunungan, sehingga ketika memasuki musim kemarau, pihaknya kesulitan dalam pengadaan sumber air bersih seperti yang terjadi saat ini.

"Untuk mengatasi permasalah ini yang kami lakukan saat musim kemarau yaitu dengan pergi ke sungai di dekat sekolah, kebutuhan air merupakan kebutuhan yang sangat vital dan menjadi kebutuhan utama di sekolah kami," ungkapnya.

Ia juga berharap sejumlah persoalan tersebut bisa menjadi pertimbangan, khususnya kepada Pj Bupati Konawe dalam memenuhi standar pelayanan minimal di sekolah.