Selain itu, mantan Kadis PU ini juga menilai, tidak dipakainya aspal buton ini dikarenakan orang daerah sendiri yang tidak mau pakai. Padahal, bila dibandingkan dengan aspal dari luar, aspal buton ini lebih murah dan kualitasnya cukup baik.

"Jadi kita ingin aspal buton ini menjadi raja di rumah sendiri. Hanya ada di Buton, serta potensinya sampai 600 juta ton dan bisa dipakai hingga 300 tahun ke depan," tambahnya.

Olehnya karena itu, pemerhati aspal buton ini menerangkan, apabila aspal buton ingin dipakai oleh daerah, maka ada tiga instansi yang bisa membelinya, yaitu Dirjen Bina Marga, kepala dinas PU provinsi dan kabupaten/kota yang ada di daerah.

"Jadi sangat efektif untuk memanfaatkan aspal buton ini di Kabupaten. Kalau kita mau, sepanjang jalan di Sultra bisa kita pakai aspal ini. Nanti pengaspalan terminal juga akan menggunakan aspal buton," jelasnya. (B)

Reporter: Fitrah Nugraha