Baca juga: Pasien Positif COVID-19 di Sultra Bertambah Lima, 10 Sembuh, Satu Meninggal

Bagi Haedar, mereka semua adalah napak tilas penting untuk digunakan sebagai pijakan saat ini bagaimana civil society membangun kedaulatan bangsa bersama lembaga negara yang ada.

"Termasuk TNI dan Polri," tandasnya.

Diterangkan Haedar, Muhammadiyah pada tahun 1946-1947 juga memelopori Laskar Perang Sabil oleh ulama se-DIY dan Jawa Tengah pada 17 Ramadan 1946 yang mendapat dukungan dari Sultan Hamengku Buwono IX.

"Ini menjadi satu contoh pergerakan umat Islam dan kepeloporan Muhammadiyah, bukan hanya dalam wacana dan deklarasi," katanya.