Pada bulan April lalu, serangan udara Israel menewaskan tiga putra Haniyeh dan empat cucunya. Meskipun demikian, Haniyeh, yang tinggal di Qatar, bersikeras bahwa kematian mereka tidak akan memengaruhi gencatan senjata dan perundingan penyanderaan yang sedang berlangsung.
Ia tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya damai meskipun menghadapi tekanan yang besar.
Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan bahwa mereka melakukan serangan terarah di Beirut terhadap komandan yang bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah warga sipil Israel.
IDF menyebutkan bahwa jet tempur mereka telah menghabisi komandan militer senior Hizbullah, Fuad Shukr, di wilayah Beirut, menambah ketegangan di kawasan tersebut. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
