Dari data panduan Kemendikbud, terhitung hanya 6 persen wilayah di Indonesia, atau sekitar 85 kabupaten yang sudah dalam zona hijau, bagaimana dengan 94 persen atau 492 kabupaten lainnya yang masih kuning, oranye, merah?
Baca juga: UAD Yogyakarta Buat Pistol Virus COVID-19
"Jika Pemerintah hanya memperhatikan kondisi belajar bagi zona yang aman, padahal hanya sedikit dari sekian banyak sekolah yang tak membuka aktivitas belajar tatap muka, lantas bagaimana nasib belajar siswa yang daerahnya masih dalam kawasan zona awas?," ujar Ali Zamroni.
"Selain itu, sekolah-sekolah yang berada di zona hijau juga belum tentu siap untuk melaksanakan KBM tatap muka. Terlebih sekolah-sekolah di zona hijau rata-rata bukan di daerah perkotaan, artinya sekolah itu bahkan tidak memiliki sarana dan akses kesehatan yang memadai," tambahnya.
Ali Zamroni menilai, penundaan bisa dilakukan dengan catatan Kemendikbud harus mereview sistem pembelajaran daring yang sudah berjalan selama ini. Lebih memperhatikan kebutuhan siswa dalam fasilitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
