Hamsir menambahkan, keberadaan baju seragam SMPN 9 Kendari selalu aman dan jauh dari sorotan, karena dari tahun ke tahun masyarakat sudah memahami. Kemudian pembelian baju olahraga tidak begitu diwajibkan, jika ada kakak atau keluarganya bisa diambil dan digunakan.

Lebih lanjut, pihak SMPN 9 Kendari juga menghimbau kepada para alumni untuk mengumpul baju seragam, lalu diserahkan kesekolah, agar sekolah dapat membagikan kepada siswa-siswa yang tidak mampu.

Selain itu, perihal pakain seragam pihak sekolah menyediakan melalui koperasi, namun bukan sistem paket, melainkan pemberian pilihan mau atau tidak untuk membeli seragam di sekolah dan tidak dipaksakan.

"Tiada sanksi apa-apa bagi siswa yang tidak memakai dasi berlogo, begitu pula topi kalau jilbab nda ada kita di sini yang berlogo. Yang berlogo itu hanya baju olahraga, baju batikpun kalau ada kesamaan di luar, ya silahkan beli di luar," bebernya.

Pihak sekolah memahami, masyarakat banyak pilihan ketika membeli seragam, kemudian sekolah tidak mengambil keuntungan dari momen siswa baru. Pihak sekolah hanya menyediakan, namun tidak mewajibkan siswa untuk membeli di sekolah.