Sebelumnya Kepala Dikmudora Kota Kendari, Saemina mengatakan, terkait baju seragam yang diadakan oleh masing-masing sekolah merupakan baju yang berlabel.
"Yang kami sarankan baju olahraga dan baju batik, karena itu merupakan ciri tiap sekolah," jelasnya.
Ia menjelaskan, jika seragam itu dibebaskan, karena pihaknya tidak bisa mengetahui jika ada siswa yang bolos dari sekolah mana karena di Kendari banyak sekolah.
Saemina mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pihak sekolah terkait beserta DPRD soal viralnya biaya pengadaan baju yang ada.
"Jadi itu hanya draft dan pihak sekolah juga tidak memaksakan pihak orang tua untuk membeli seragam itu, kalau memang orang tua berminat membeli, ya silahkan, tapi kalau tidak, ya jangan," pungkasnya
