“Jadi saya putuskan tidak jual minyak goreng dulu untuk beberapa minggu,” sambungnya.
Ia mengaku biasanya selalu membeli beberapa dos minyak goreng untuk warungnya. Namun karena harganya naik, iapun hanya membeli beberapa bungkus saja untuk dijual.
“Paling 6 sampai 8 bungkus. Itu pun belum tentu laku semua,” ucapnya.
Mia menambahkan, alasan lainnya ia tidak menjual minyak goreng, karena toko tempatnya membeli minyak goreng menyarankan padanya untuk tidak usah membeli atau menjual minyak goreng sementara waktu, sampai harga minyak kembali normal.
“Dan harganyapun memang turun yang tadinya Rp 18.000 jadi Rp 15.000, walaupun hanya beberapa toko saja,” tambahnya.
