"Bisa kita pantau apakah itu dilakukan oleh laki-laki yang tidak punya hubungan keluarga dengan korban atau yang punya hubungan darah, bahkan di lingkungan pendidikan, sekali pun," kata mantan guru itu.

Berbekal data media dan data Polri yang tidak hanya menyebutkan jumlah, tapi tentang identitas pelaku dan korban, serta di lingkungan mana, maka program itu akan dapat dimulai  secara skala prioritas lebih dahulu.

Pemerintah khususnya Pemda dan masyarakat setempat tidak perlu merasa malu bila data-data tersebut mengungkap kenyataan yang sesungguhnya.

"Lantaran merasa malu, lantas diam menutupi, bukan diam-diam membangun program aksi nyata. Hal itu jelas malah akan memberi ruang terus terjadinya kejahatan pencabulan, sekaligus membohongi diri sendiri dan publik. Tiba-tiba nanti ada saja kejadian," tegas Suryadi seraya mengimbau semua pihak agar lebih terbuka.

Di era teknologi tinggi dewasa ini, ciri paling konkret adalah keterbukaan. Maka, hal semacam itu, kata dia, jelas suatu anomali yang tak seharusnya terjadi.