JAKARTA, TELISIK.ID - Penggunaan webcam meningkat pesat seiring dengan makin meningkatnya penggunan aplikasi konferensi video demi memenuhi kebutuhan bekerja dan belajar dari rumah di tengah pandemi.
Hal ini membuat banyak pengguna memberikan izin akses aplikasi ke mikrofon dan kamera. Namun, kamu harus lebih sadar dan hati-hati terhadap ancaman keamanan yang ada di balik pemberian akses tersebut.
Menurut data Kaspersky yang dikutip dari Suara.com, sebanyak 23 persen pengguna online selalu memberikan izin kepada aplikasi dan layanan untuk mengakses mikrofon dan webcame. Data ini berdasarkan studi global terhadap 15.000 orang.
Meski begitu, untungnya beberapa pengguna memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap webcam secara keseluruhan.
Ini ditandai dengan 59 persen pengguna, mengaku khawatir bahwa seseorang dapat mengawasi melalui webcam, tanpa disadari dan 60 persen pengguna mewaspadai bahwa hal ini dapat dilakukan melalui perangkat lunak berbahaya.
