YERUSALEM, TELISIK.ID – Tuduhan serius dilayangkan terhadap pusat bantuan kemanusiaan yang beroperasi di Jalur Gaza. Pemerintah Palestina di wilayah tersebut menyebut ada upaya sistematis untuk merusak masyarakat Gaza melalui bantuan pangan yang tercemar.

Isu ini menjadi sorotan internasional setelah muncul dugaan bahwa tepung bantuan yang dikirim melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF) telah dicampur dengan zat adiktif.

Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang didistribusikan oleh lembaga GHF, yang diketahui merupakan buatan Amerika Serikat dan Israel, diduga kuat telah dicampur dengan narkoba.

“Kami sepenuhnya memegang pendudukan Israel bertanggung jawab atas kejahatan ini, yang bertujuan menyebarkan kecanduan dan menghancurkan masyarakat Palestina dari dalam,” demikian pernyataan resmi, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (28/6/2025).

GHF sendiri diketahui mulai beroperasi di Jalur Gaza sejak 26 Mei 2025, sebagai satu-satunya jalur distribusi bantuan setelah Israel memblokir seluruh akses bantuan luar ke wilayah itu selama lebih dari dua bulan.