Berdasarkan Ilmu Astronomi, lanjut dia, ketinggian Hilal Toposentris atau Mar’i tersebut di atas sebesar -3° 49' 48,88'' atau -2,8° yakni di bawah ufuk (below horizon), sehingga mustahil hilal bisa diru'yat atau dilihat meskipun menggunakan teropong atau teleskop.

Olehnya itu, Pembina Komunitas Anak Muda Hijrah Kendari ini melanjutkan, karena belum terlihat hilal maka dengan begitu umat Islam yang ada di Indonesia tinggal menunggu hasil rukyat hilal dari belahan negeri muslim lainnya.

"Melihat hilal ini kan fardhu kifayah yang termasuk bagian dari perintah Rasul. Termasuk negeri muslim lainnya juga merukyat hari ini, karena memang sudah masuk 29 Ramadan. Sedangkan kita di sini melihat hilalnya di Pantai Buhari, karena di pantai ini tepat matahari terbenam, dan itu terlihat jelas," lanjutnya.

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Sumarlin