BMKG menegaskan bahwa, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari Utara (dari Benua Asia), bahkan di beberapa wilayah di bagian Selatan Indonesia kini sudah mulai berembus angin dari Timur - Selatan (dari Benua Australia).

Wilayah Sultra masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, kadang disertai guntur dan angin kencang pada beberapa wilayah di Sultra bagian Utara.

Umumnya hujan tersebut terjadi pada siang dan sore hari. Akan tetapi untuk wilayah Selatan Sultra terjadi pada malam dan dini hari.

Baca juga: 1.130 Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

"Faktor penyebab dari peningkatan curah hujan ini diantaranya, ada pertemuan massa udara atau belokan angin, massa udara pada lapisan bawah atmosfer relatif lembab. Berkisar 70-90 persen, suhu permukaan laut di perairan Sultra dan teluk Bone cukup hangat, ditambah dengan indeks labilitas udara cukup kuat sehingga  potensi peningkatan curah hujan terjadi di wilayah Sultra," ungkap Faisal.