Menurut pengacara hukum di Amerika Serikat, Rex menuturkan ponsel Huawei yang semula diisukan memiliki celah keamanan yang besar, tidak dapat diakses dengan mudah oleh para penyelidik.

Perangkat Huawei P20 Pro yang dicoba diretas, tidak memberikan akses sedikit pun kepada penyelidik untuk mendapatkan data-data penting yang ada di dalam ponsel tersebut.

Kendati demikian, bukan berarti perangkat Android sepenuhnya aman dan tidak dapat diretas. Para penyelidik ini tetap dapat mengakses sejumlah data penting meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Dikutip dari Wikipedia.com, Huawei Technologies Co., adalah sebuah perusahaan teknologi multinasional yang berkantor pusat di Shenzhen, Guangdong, Tiongkok. Perusahaan ini merancang, mengembangkan dan menjual peralatan telekomunikasi dan elektronik konsumen.

Para pemimpin Hamas rupanya menggunakan ponsel pintar Huawei untuk mencegah penyadapan oleh badan intelijen Barat.