Dikutip dari Liputan6.com, mengutip situs kemenang.go.id, puasa Arafah dianjurkan kepada mereka yang sedang tidak menjalankan ibadah haji. Bagi yang mengerjakannya dijanjikan ampunan dosa setahun yang telah lalu dan setahun lagi yang akan datang.
Menurut Pembina Tahfizh Qur'an Ponpes As’adiyah Galung Beru Bulukumba, Ustaz Jusman Imam, Arafah bermakna 'keyakinan'. Penamaan ini ada hubungannya dengan peristiwa Nabi Ibrahim yang mendapatkan wahyu untuk menyembelih putranya melalui mimpi.
Pada hari kesembilan pada bulan Zulhijah itulah Nabi Ibrahim yakin bahwa mimpinya benar.
"Untuk mengabadikan peristiwa tersebut, yakni kejadian di saat hati Nabi Ibrahim yakin atas mimpinya, maka hari kesembilan bulan Zulhijah dinamai dengan hari keyakinan atau hari Arafah," kata Ustaz Imam dilansir dari situs kemenag.go.id, Rabu (21/6/2023).
Baca Juga: 3 Puasa Sunnah yang Bisa Dilakukan Sebelum Idul Adha Beserta Niatnya
