“Jadi, orang berziarah terserah dia. Mau pagi mau petang, mau siang, mau malam, mau menjelang Ramadhan, mau di bulan Ramadhan, mau menjelang Idul Fitri, mau di pagi Idulfitri, maka silakan ziarah,” tutur UAS menjelaskan.

Baca Juga: Rutinitas Ziarah Kubur Usai Salat Idul Fitri, TPU Punggolaka Macet Total

Menurut UAS, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan. Untuk menyambutnya, umat Islam perlu menyucikan hati. Salah satu caranya adalah dengan mengingat kematian melalui ziarah kubur.

“Cukuplah kematian itu sebagai nasihat. Ada nasihat yang berbunyi menggelegar. Ada nasihat yang disampaikan alim ulama. Ada nasihat yang tak bersuara. Ada nasihat yang tak berkata-kata. Nasihat bukan yang dituliskan tinta pena di atas kertas. Nasihat tak bersuara dan tak berhuruf. Nasihat itu diam. Nasihat itu adalah kematian,” beber UAS.

Ziarah kubur sebelum Ramadan bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa hidup adalah sementara. Dengan demikian, seseorang akan lebih serius dalam menjalankan ibadah di bulan suci, seolah-olah itu adalah Ramadan terakhir dalam hidupnya.