Baca Juga: Sukses Laksanakan Tugas, Paskibraka Muna Barat Menangis Haru

Di masa perjuangan melawan penjajahan, ulama memberikan dukungan moral dan spiritual yang sangat diperlukan. Pesantren dijadikan pusat perjuangan sekaligus tempat mendidik dan membangkitkan semangat juang para santri. Melalui khutbah, ceramah, dan pendidikan agama, para ulama menanamkan kesadaran nasionalisme dan cinta tanah air yang mendalam.

Kaum santri, dengan semangat juangnya, tidak hanya berperang dengan senjata, tetapi juga dengan doa dan keyakinan. Mereka menjadi motivator dan penggerak di setiap langkah perjuangan menuju kemerdekaan.

“Kita harus teruskan semangat perjuangan mereka dengan melanjutkan nilai-nilai pengorbanan dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bekerja keras, berinovasi, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa, sebagaimana mereka telah berjuang sepenuh hati untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini,” lanjutnya.

Kepala SMA Bina Insan Al Masrur Kendari, Imran, menambahkan, hari ini harus menjadi momen mengenang jasa para ulama dan santri yang telah mengorbankan jiwa raga dalam perjuangan kemerdekaan.