Lima Pilar Peran Intelektual Baru IDI

Lepasnya fungsi administratif membuka ruang bagi IDI bertransformasi dari pemberi rekomendasi izin menjadi organisasi cendekia (civil society) dan benteng intelektual kedokteran Indonesia.

Relevansinya bagi bangsa kini diukur dari sejauh mana kecendekiaannya membela kesehatan rakyat, bukan dari ketatnya rekomendasi yang diterbitkan. Peran ini kian mendesak karena negara kini berperan ganda sebagai regulator, pembayar layanan melalui JKN, sekaligus penyedia layanan.

Ketika satu pihak memegang ketiganya, pengawasan yang independen dan berbasis keilmuan menjadi penyeimbang yang tidak bisa dibebankan kepada pihak yang sama.

1. Benteng Independensi Bioetika