Wilayah Otonom: Jati Diri yang Tak Boleh Ditanggalkan

Jika lima pilar adalah wajah IDI yang menatap masa depan, wilayah otonom adalah akar yang menopangnya. Keduanya saling menopang: tanpa lompatan, IDI stagnan; tanpa akar, IDI tereduksi menjadi organisasi kemasyarakatan biasa.

1. Nalar Epistemik: Mengapa Kompetensi Klinis Tak Bisa Diserahkan

Dari seluruh wilayah otonom, kompetensi klinis paling fundamental karena dasarnya epistemik. Hanya dokter dengan keahlian setara atau lebih tinggi yang berwenang menilai kompetensi sejawat, sebab yang dinilai adalah pengetahuan tersirat (tacit knowledge) yang secara struktural tidak terjangkau birokrat, secakap apa pun ia secara administratif.

Karena itu, di hampir semua negara maju, badan pengesah kompetensi klinis berbasis kolegium profesi, bukan kementerian. Konsekuensinya nyata: penilaian yang keliru atas kompetensi tidak berhenti sebagai persoalan administrasi, melainkan berujung pada keselamatan pasien.