YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Sejak dulu, Muhammadiyah adalah pelopor penggunaan landasan ilmu pengetahuan dalam beragama. Selain juga untuk untuk isu-isu kebangsaan.
Jangan sampai warga Muhammadiyah terjebak dalam pikiran parsial atau partisan dalam menghadapi kehidupan. Dalam membaca realitas, diperlukan pemikiran bayani, burhani, dan irfani.
"Dengan tiga perspektif itu, insya Allah Muhammadiyah, kader dan warganya berada pada garis terdepan dalam menghadapi masalah secara komprehensif sesuai dengan tuntutan yang harus kita pecahkan bersama," kata Prof Dr Haedar Nashir, M.Si dalam pengajian bulanan rutin Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat malam (10/7/2020).
Dalam pengajian yang diselenggarakan secara daring bertemakan "Idul Adha di Masa Pandemi COVID-19", Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk menunjukkan sikap keagamaan.
"Yakni menghadirkan Islam sebagai solusi dan rahmat untuk alam semesta dengan cara mematuhi semua pedoman dan edaran yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah terkait COVID-19," kata Haedar.
