Dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (8/12/2024), berbeda dengan sistem buatan manusia sebelumnya yang memerlukan perangkat elektronik kompleks, teknologi SAP menghadirkan solusi yang lebih sederhana, hemat energi, dan praktis.

Selain dalam bentuk larutan, teknologi SAP juga dapat diaplikasikan sebagai lapisan atau film yang fleksibel. Dengan penambahan polycaprolactone (PCL), lapisan SAP ini bisa disemprotkan ke berbagai permukaan, membuka peluang untuk digunakan dalam teknologi kamuflase pada benda padat seperti kendaraan atau bangunan.

Menurut Wang, material ini dapat berfungsi optimal dalam rentang suhu yang sangat luas, mulai dari minus 20 hingga 70 derajat Celsius. Kemampuan ini menjadikannya sangat cocok untuk aplikasi baik di bidang militer maupun arsitektur.

Meski begitu, teknologi SAP saat ini masih memiliki keterbatasan dalam mereproduksi warna. Meskipun mampu menghasilkan warna dasar seperti merah, hijau, dan kuning, warna seperti biru dan ungu belum dapat dihasilkan.

“Kami belum sepenuhnya meniru semua warna dalam spektrum cahaya tampak dalam karya ini, hal itu akan terungkap dalam karya kami di masa mendatang,” tuturnya.