Melansir Voi.id, penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya oleh Prof d'Ettorre dan rekan-rekan, dimana mereka menunjukkan bahwa semut mampu "mengendus" sel kanker manusia yang tumbuh di laboratorium.
Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi AD Scientific Index 2023, Ada dari Kendari?
Untuk studi saat ini, para peneliti memaparkan 70 semut yang termasuk spesies yang dikenal sebagai formica fusca ke urine dari tikus dengan dan tanpa tumor. Setelah tiga kali percobaan, semut mampu membedakan antara bau urine tikus sehat dengan tikus yang memiliki tumor.
Profesor d'Ettorre menjelaskan, peneliti melatih semut dengan pembelajaran perkumpulan untuk mengasosiasikan bau kanker, dengan hadiah dan percobaan.
“Kami mendemonstrasikan semut dapat membedakan urine tikus sehat dari urine tikus yang mengandung tumor. Ini lebih mirip dengan situasi kehidupan nyata daripada menggunakan sel kanker yang dikultur,” tuturnya, seperti dikutip dari Republika.co.id. (C)
