Sebuah penelitian yang diterbitkan 8 Februari 2023 di Journal of Paleontology, para peneliti memperkirakan berat dua spesies baru yang ditemukan berdasarkan ukuran dan kepadatan tulang mereka dibandingkan dengan penguin modern. Tim menemukan bahwa P. stonehousei memiliki berat sekitar 110 pon (50 kilogram), sedikit di atas berat penguin kaisar (aptenodytes forsteri) yang masih hidup. 

K. fordeycei memiliki berat lebih dari tiga kali lipat, dengan berat 340 pon. Sebagai perbandingan, rata-rata pria berusia 20 tahun di AS memiliki berat 198 pon (90 kg), menurut Healthline (tanpa kerangka yang hampir lengkap, para peneliti tidak dapat memperkirakan panjang tubuh spesies baru tersebut).

Sebelumnya, penguin terbesar yang tercatat adalah Palaeeudyptes klekowskii yang hidup sekitar 37 juta tahun yang lalu di Antartika, dengan berat 256 pon (116 kg) dan tingginya sekitar 6,6 kaki (2 meter), sehingga mendapat julukan "penguin raksasa". Terbesar berikutnya, K. biceae, beratnya sekitar 267 pon (121 kg) dan memiliki panjang tubuh sekitar 5,8 kaki (1,8 m).

Dilansir dari Sindonews.com, menurut Australian Geographic penguin raksasa seperti Kumimanu fordcyei menghilang sekitar 27 juta tahun yang lalu. Penyebab kepunahan mereka masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab, tetapi kemungkinan besar burung-burung besar itu akhirnya kalah bersaing dengan mamalia laut dengan ukuran yang sama.

Penguin kemungkinan besar kehilangan kemampuan untuk terbang demi berenang sekitar 60 juta tahun yang lalu, tidak lama sebelum spesies baru itu muncul. Jadi penguin awal ini belum berevolusi menjadi sirip super efisien yang terlihat pada penguin purba yang lebih muda dan kerabat mereka yang masih hidup.