Baca Juga: Lempeng Pontus Usia 120 Juta Tahun Diklaim Masih Ada hingga Kini di Kalimantan
Mereka menyimpulkan bahwa keberadaan air di dalam bumi mempengaruhi struktur dan pergerakan bagian dalam planet kita.
Pada kedalaman antara 410 hingga 660 kilometer di bawah permukaan bumi, tekanan sangat tinggi menyebabkan mineral olivin berubah bentuk.
Perubahan ini terjadi karena tekanan yang mencapai 23.000 bar. Olivin sendiri merupakan mineral utama penyusun mantel atas bumi.
Para ilmuwan menguji berlian dari Botswana yang terbentuk jauh di dalam bumi. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan air yang cukup banyak di dalam berlian tersebut. Penemuan ini didapat melalui analisis menggunakan teknik spektroskopi Raman dan FTIR.
